Hai sobat...saya akan melanjutkan menjelaskan tentang kopasus.
Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassushingga kini.
ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di
kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi
Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.
Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grup dari tiga
Grup menjadi lima Grup.
Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke
grup-grup tadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassus yang berpangkatBrigjen menjadi Komandan Jendral (Danjen) Kopassus yang berpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini.
Operasi Komando
Merupakan suatu operasi penyerangan yang dilakukan oleh
satuan-satuan khusus menggunakan teknik-teknik khusus. Bisa dari darat, laut
dan udara. Tujuannya adalah mengeliminir jumlah musuh dan memberikan shock
therapy. Sifatnya sangat rahasia.
1. Raid
Operasi penculikan, pembebasan tawanan dan penghancuran. Wilayah yang dikuasai akan diduduki.
Operasi penculikan, pembebasan tawanan dan penghancuran. Wilayah yang dikuasai akan diduduki.
2. Instalasi Cepat
Yaitu operasi merebut dan menduduki instalasi musuh sesingkat mungkin untuk kemudian diserahkan ke satuan lain untuk diduduki.
Yaitu operasi merebut dan menduduki instalasi musuh sesingkat mungkin untuk kemudian diserahkan ke satuan lain untuk diduduki.
3. Penyekatan
Menghambat gerak musuh jauh di luar sebelum masuk lebih jauh kedalam wilayah sendiri.
Menghambat gerak musuh jauh di luar sebelum masuk lebih jauh kedalam wilayah sendiri.
4. Patroli Jarak Jauh
Jika posisi musuh teramat jauh, maka Kopassus dikirim untuk melakukan pengintaian untuk kemudian dilaporkan ke satuan infanteri lain.
Jika posisi musuh teramat jauh, maka Kopassus dikirim untuk melakukan pengintaian untuk kemudian dilaporkan ke satuan infanteri lain.
Sekian dulu penjelasan tentang kopassus,saya akan lanjutnkan lain kali.
Bersambung
KOPASSUS
Apa kalian tahu tentang Kopassus?ya...saya akan menjelaskannya.Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Komando Utama
(KOTAMA) tempur yang dimiliki olehTNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus
memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak
dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.
Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus
berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani
tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus
diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi
militerPRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora,
penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi
pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai
operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat
rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan
pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah
dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam
di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan
dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan
Australia dan operasi patroli jarak jauh (long
range recce) di perbatasan
Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali
dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut
sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
See you next time.
Bersambung
KOPASSUS
Liem Swie King lahir di Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956; umur 57 tahun) adalah seorang pemain bulu
tangkis
yang dulu selalu menjadi buah bibir sejak dia mampu menantang Rudy
Hartono
di final All England tahun 1976 dalam usianya yang
ke-20. Kemudian Swie King menjadi pewaris kejayaan Rudy di kejuaraan paling
bergengsi saat itu dengan tiga kali menjadi juara ditambah empat kali menjadi
finalis. Bila ditambah dengan turnamen "grand prix" yang lain, gelar
kemenangan Swie King menjadi puluhan kali. Swie King juga menyumbang medali
emas Asian
Games di
Bangkok 1978, dan enam kali membela tim
Piala
Thomas.
Tiga di antaranya Indonesia menjadi juara.
Mulai bermain bulu tangkis sejak kecil atas dorongan orangtuanya di kota kelahiran Kudus, Swie King yang lahir 28 Februari 1956 akhirnya masuk ke dalam klub PB Djarum yang banyak melahirkan para pemain nasional.
Usai menang di Pekan Olahraga Nasional saat berusia 17 tahun, akhir 1973, Liem Swie King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Setelah 15 tahun berkiprah, Swie King merasa telah cukup dan mengundurkan diri pada tahun 1988. Saat aktif sebagai pemain, Liem terkenal dengan pukulan smash andalannya, berupa jumping smash, yang dijuluki sebagai King Smash.
Liem Swie King sebenarnya dari marga Wu bukan marga Lin. Pergantian marga seperti ini pada masa dahulu zaman Hindia Belanda biasa terjadi, pada masa itu seorang anak dibawah usia ketika memasuki wilayah Hindia Belanda (Indonesia sekarang) harus ada orang tua yg menyertainya, bila anak itu tidak beserta orang tua aslinya, maka oleh orang tuanya akan dititipkan kepada "orang tua" yg lain, "orang tua" ini bisa saja bermarga sama atau lain dari aslinya.
Prestrasi di Tingkat Internasional:
Mulai bermain bulu tangkis sejak kecil atas dorongan orangtuanya di kota kelahiran Kudus, Swie King yang lahir 28 Februari 1956 akhirnya masuk ke dalam klub PB Djarum yang banyak melahirkan para pemain nasional.
Usai menang di Pekan Olahraga Nasional saat berusia 17 tahun, akhir 1973, Liem Swie King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Setelah 15 tahun berkiprah, Swie King merasa telah cukup dan mengundurkan diri pada tahun 1988. Saat aktif sebagai pemain, Liem terkenal dengan pukulan smash andalannya, berupa jumping smash, yang dijuluki sebagai King Smash.
Liem Swie King sebenarnya dari marga Wu bukan marga Lin. Pergantian marga seperti ini pada masa dahulu zaman Hindia Belanda biasa terjadi, pada masa itu seorang anak dibawah usia ketika memasuki wilayah Hindia Belanda (Indonesia sekarang) harus ada orang tua yg menyertainya, bila anak itu tidak beserta orang tua aslinya, maka oleh orang tuanya akan dititipkan kepada "orang tua" yg lain, "orang tua" ini bisa saja bermarga sama atau lain dari aslinya.
Prestrasi di Tingkat Internasional:
-Tunggal-
- 1974: Semi Finalis Asian Games Tehran
- 1976: Finalis All England Open, Finalis Kejuaraan Asia
- 1977: Finalis All England Open, Juara Denmark Open, Juara Swedia Open, Juara SEA Games
- 1978: Juara All England Open, Juara Asian Games Bangkok
- 1979: Juara All England Open
- 1980: Finalis Kejuaraan Dunia, Finalis All England
- 1981: Juara All England Open, Semi Finalis World Games St.Clara, Juara SEA Games
- 1982: Finalis Asian Games New Dehli, Juara Piala Dunia
- 1983: Finalis Kejuaraan Dunia, Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open
- 1984: Finalis All England Open, Finalis World Badminton Grand Prix
- 1985: Semi Finalis All England Open

